Rabu, 29 April 2020

MENULIS DAN MEMBUAT BUKU DIGITAL


Mohon maaf omjay saya terlambat mengikuti materi belajar menulis hari ini akibat zoom nya keluar masuk terus dan Alhamdulillah sekitar jam 14.00 lancar zoom nya meskipun masih beberapa kali keluar masuk zoom. Pada pertemuan kali ini membahas materi Menulis dan Membuat Buku Digital yang disampaikan oleh Bapak Dr. Onno Widodo Purbo selaku Founder Elearning untuk Rakyat.
Dr. Onno Widodo Purbo lahir di Bandung pada 17 Agustus 1962. Beliau seorang tokoh pakar di bidang teknologi informasi. Pak Onno masuk ITB jurusan teknik elektro angkatan 1981 dan lulus dengan predikat wisudawan terbaik. Setelah itu beliau melanjutkan kuliah ke Kanada dengan beasiswa dari PAU-ME. Beliau dikenal aktif dalam memperjuangkan Linux. Beliau membuat karya inovatif Wajan Bolic sebagai upaya koneksi internet rumah tanpa kabel. Beliau juga penggagas RT/RW-Net yaitu jaringan komputer swadaya masyarakat yang tersebar dalam sebuah RT atau RW dan pengembang teknologi OpenBTS
Beliau juga aktif menulis dalam bidang teknologi informasi di berbagai media, seminar, konferensi nasional maupun internasional terutama untuk memberdayakan masyarakat Indonesia menuju masyarakat berbasis pengetahuan dan tulisan beliau banyak yang dipublikasikan secara gratis di internet.

Pada pertemuan kali ini Pak Onno menyampaikan masalah paling besar dalam menulis buku adalah mencari kata-kata, mencari topik terutama topik yang laku di pasar. Untuk mengatasi masalah tersebut maka langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membaca, kemudian menulis dengan rumus 5W+1H ( What, Why, Who, When, Where, dan How).
Langkah kedua yaitu mencari topik atau ide menulis. Supaya topiknya laku keras cara mendapatkannya dengan ngobrol. Ngobrol tentang topik yang paling banyak diminati pembaca, bidang yang disukai masyarakat. Misalnya guru, guru bisa ngobrol dengan siswanya sehingga guru tau bagaimana cara siswa bereaksi, cara penyampaian siswa yang paling bagus, dll. Topik yang kita obrolkan dengan siswa yaitu tentang pelajaran. Tetapi kalau kita ingin topik umum maka kita harus ngobrol dengan masyarakat. Selain dengan ngobrol mencari sumber topik bisa dari buku berbahasa inggris yang kemudian diterjemahkan.
Langkah ketiga yaitu mencatat. Mencatat semua yang telah dikerjakan. Setiap hari yang dikerjakan dicatat. Mencatat bisa dilakukan dimana saja misalnya di wikipedia atau yang lainnya. Sehingga nantinya kalau sudah banyak bisa dibuat menjadi buku atau bahan mengajar.
Untuk menulis ilmiah, sebenarnya garis besar cara menulis sama dengan menulis yang lainnya. Perbedaanya pada referensi. Pada tulisan ilmiah harus mencantumkan referensi buku-buku yang dipakai untuk acuan menulis. Sedangkan tulisan biasa seperti  artikel, novel, dll tidak perlu mencantumkan referensi.
Di negara kita, mahasiswa S2 kebanyakan referensinya masih menggunakan bahasa indonesia sehingga tidak bisa dimasukkan di jurnal internasional.
Langkah kelima yaitu menerbitkan tulisan kita. Naskah yang perlu disiapkan dalam menerbitkan buku yaitu:
1. Halaman judul (penulis hanya menyiapkan judulnya dan tidak perlu mendesain cover karena cover nanti akan didesain oleh penerbit. Cover yang dibuat akan berperan sekali untuk menarik pembaca.
2. Kata pengantar
3. Daftar isi
4. Materi lengkap ( ditambah folder gambar bila ada). Materi tidak perlu di layout tetapi cukup dalam bentuk word. Untuk gambar sebaiknya jangan berwarna tetapi hitam putih saja dan zoom di bagian yang diperlukan.
5. Tentang penulis. Dibuat cukup satu paragraf saja.
6. Daftar pustaka
7. Sinopsis yaitu inti dari isi buku. Biasanya sinopsis digunakan untuk di sampul belakang supaya pembeli bisa membaca isi dari buku tersebut. Jadi sinopsis fungsinya untuk dagang.

            Penerbit akan menerbitkan buku yang laku dijual bukan karena bukunya bagus atau berkualitas.  Sehingga kita harus bisa menulis buku yang laku dijual. Penerbit lebih suka menerbitkan buku pegangan siswa terutama buku pegangan untuk siswa tingkat dasar. Karena dijamin yang beli banyak. Untuk SMP pembelinya lebih sedikit dari SD, begitu juga buku SMA pembelinya lebih sedikit dari SD dan SMP. Apalagi buku kuliah, pembelinya lebih sedikit lagi terutama kuliah S2 dan S3 tidak ada yang beli. Buku – buku SD agar laku keras syaratnya harus sesuai dengan kurikulum yang dibuat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Penerbit dalam menerima pengajuan buku dari penulis bisa juga dengan melihat obrolan penulis dengan followersnya sehingga akan diketahui topik yang telah diobrolkan penulis bersama followersnya. Dengan begitu buku yang dibuat penulis pasti laku keras. Ketika akan menerbitkan buku, carilah penerbit yang banyak menerbitkan buku yang ingin Anda terbitkan. Misalnya buku pelajaran maka cari penerbit yang banyak menerbitkan buku-buku pelajaran. Karena penerbit yang banyak menerbitkan buku pelajaran berarti menguasai pasar buku pelajaran.
Untuk membuat buku digital cukup mudah yaitu dengan mengexport file dalam bentuk word ke bentuk pdf kemudian di upload ke website atau wa. Buku digital tidak ada batasan jumlah halaman. Yang harus diperhatikan adalah buku yang kita buat harus dibaca dari ujung ke ujung sehingga bukunya harus dibuat yang menarik, jangan membuat buku terlalu tebal supaya pembaca tertarik untuk membaca buku dari awal sampai selesai.
Buku yang sudah dicetak oleh penerbit tidak bisa dibuat menjadi buku digital karena penerbit tidak akan mengijinkan. Buku yang sudah dicetak bisa dibuat menjadi buku digital caranya dengan melakukan perubahan terhadap isi buku tersebut.
Buku digital bisa ber ISBN dengan cara sekolah bertindak menjadi penerbit (tidak harus menjadi penerbit beneran), kemudian mengajukan ke Perpusnas dengan alamat https://isbn.perpusnas.go.id supaya sekolah bisa mengeluarkan ISBN sendiri. Tetapi setiap kali mau mengeluarkan ISBN harus minta ijin ke Perpusnas dengan menyertakan buku yang akan dikeluarkan ISBN nya.
Buku yang didalamnya terdapat gambar-gambar, gambar bisa diambil dari internet tetapi harus yang free. Untuk gambar yang ada copyrightnya tidak boleh diambil karena ada hak cipta dan bila diambil tanpa izin akan kena sanksi. Untuk mengatasinya kita bisa mencari gambar yang termasuk creative commons license free, jadi gambar yang bisa diambil untuk dimasukkan ke dalam buku adalah gambar yang free agar tidak kena sanksi.
Demikian kuliah online belajar menulis materi “Menulis dan membuat Buku Digital” yang disampaikan oleh Dr. Onno Widodo Purbo semoga bermanfaat. Aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar